Setelah sekian lama akhirnya nulis lagi, heheheh yah walaupun tulisan ini hanya sekedar sok taunya saya. tapi paling gak ya kita bisa share ntar.
Pernah gak denger kalimat kayak gini “yang penting niat bro, niat kita kan udah baik“. Pasti pernah kan?
Tapi apa kamu tahu kalimat seperti itu berasal dari mana dan siapa? Terus menurutmu apa orang yang mengucapkan hal di atas itu paham dengan apa yang dia ucapkan?
Kalau mau tahu coba baca pendapatku dulu di sini siapa tahu bisa nambah ilmu erus kalau gak cocok kita sharing dulu.
Sebenarnya asal kalimat yang sering kita dengar itu berasal dari salah satu Hadist Riwayat Bukhari-Muslim dan pemahamannya lebih dalam daripada mengartikan bahwa niatlah yang terpenting. Namun apa yang terjadi sekarang ini menurut saya hadist tersebut justru sudah jauh menyimpang dari hal yang dimaksud. Bukannya mau sok tau atau gimana tapi memang sudah banyak contoh – contoh hasil dari pemahaman yang salah akan hadistnya. Berikut ini adalah hadist yang saya maksud
Dari Amiril Muminin Abi Hafsh Umar ibnu Al Khathab radhiyallahu anhu, berkata: ‘Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.” (HR: Bukhari-Muslim)
Nah jika kita hanya “membaca” atau mendengar saja dari orang lain secara sekilas, memang benar perkataan yang sebelumnya. Tetapi apa boleh kita memahami sebuah hadist hanya dari “mendengar” saja atau “membaca” saja? tentu tidak karena hadist adalah salah satu pedoman dalam hidup ini selain Al’Quran bagi kita umat muslim. Para ulama saja memberikan komentar mereka secara terang-terangan betapa agung dan pentingnya hadist di dunia islam.
Berikut adalah beberapa komentar mereka
1. Imam Asy-Syafi’i, “Hadits Niat masuk di dalam tujuh puluh bab masalah-masalah fiqh.”
2. Imam Ahmad ibnu Hambal,”Pokok ajaran Islam terdapat pada tiga buah hadits. Hadits Umar (hadits yang kita bicarakan sekarang), Hadits Aisyah, dan Hadits Nu’man ibn Basyir.”
3. Imam Syaukani,” Hadits Niat merupakan sepertiga ilmu (-di dalam Islam-).
4. Imam Ibnu Rajab,”Hadits Niat merupakan timbangan bagi amalan batin, sedangkan Hadits Aisyah merupakan timbangan bagi amalah dzahir.”
5. Imam Abu Sa’id Abdurrahman ibnu Mahdi,” Siapa saja yang hendak menulis sebuah kitab, hendaknya ia membuka dan memulainya dengan membawakan Hadits Niat.”
Terbukti kan kalau hadist tuh penting, sekarang balik lagi ke pembahasan kita sebelumnya. Tentang niat, Sebenarnya niat tuh apa sih ? Niat itu merupakan amalan hati, jadi kita gak boleh main-main dengan niat yang kita punya. Karena Allah SWT sebenarnya sudah mencatat niat yang kita punya sebelum kita melakukannya. Jika niat itu merupakan niat baik maka Allah akan mencatat niat tersebut dengan pahala yang sempurna, begitu juga sebaliknya. Kalau niat kita buruk toh dosa yang kita dapat. Tetapi niat saja belum cukup. Memang harus dilakukan dan ini harus dengan jalan yang sejajar dengan niatnya g boleh nyimpang seperti kata orang terkenal berikut ini.
Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.
Johann Wolfgang von Goethe
Dari kutipan di atas kita pasti udah ngerti apa maksudnya, sebuah niat tidaklah ada artinya jika niat itu tidak di jalankan. Tapi seperti apa yang sudah saya ungkapkan di atas harus dengan jalan yang benar. Untuk memperjelasnya marilah membaca sedikit kisah tentang Raden Said atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Sunan Kalijaga.
(lagi…)